Perjalanan Diary Harumpuspita Hingga Tahun 2025

Perjalanan Diary Harumpuspita Hingga Tahun 2025
Gambar 1. Perjalanan Ngeblog

Saya percaya bahwa siapa saja yang berpendirian kokoh, maka akan lulus.

Begitulah perjalanan hidup ini. Menegaskan serangkaian jatuh bangun seorang insan dalam menapaki dunia.

Perjalanan di dunia blog, tentu lika-likunya tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Ia juga tidak bisa dibentuk dalam sehari, melainkan dalam waktu berhari-hari, berminggu-minggu, berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun lamanya.

Sepak terjang yang tengah menjadi perbincangan hangat bagi Gandjel Rel dan Diary Harumpuspita adalah kilas balik sepuluh tahun yang lalu.

Bagaimana perjalannya hingga sampai menuju tahun 2025. Sepuluh tahun yang lalu adalah diri saya yang tidak tahu tentang dunia literasi. Jejak-jejak langkah yang gelap dalam menapaki dunia kehidupan di awal tahun 2015. Saya memang gemar menulis sejak kelas enam dasar.

Tahun 2015 menurut saya adalah angka yang sangat indah. Entah kenapa angka keindahan itu justru tak sepenuh indah, ketika saya lulus jalur undangan dalam perasaan sedih. Saya menangis, ketika banyak orang terharu atas kelulusan diterima di Perguruan Tinggi Negeri.

Salah Jurusan yang Mempertemukan Kepenulisan

Entah sejak kapan saya menjadi orang yang people pleasure, yaitu orang yang suka membuat orang lain senang. Hal yang saya ingat sebelumnya saya merupakan orang yang sangat patuh kepada Ibu Bapak saya. Namun tahun 2015 adalah awal saya mengubah stir dalam hidup dan mulai menghabiskan jatah gagal. Saya tidak lagi mengindahkan arahannya. Sebab saya pikir, saya memiliki andil bagaimana masa depan saya menanti. Saya yang menjalani hidup ini. Bukanlah orang lain.

Tanpa sadar kepedihan yang saya alami dan tidak mampu mengungkapkannya membuat saya kenal dengan tulisan. Tulisan yang tidak akan mencela penulisnya dan selalu mengarahkan kepada kebaikan. Mula-mula di kertas buku harian. Lama-lama membuat sendiri buku harian yang bisa dibawa ke mana-mana. Mulai dari yang kecil dan masuk di kantong. Hingga yang besar sebagai buku agenda. Rekam jejak saya dalam menemui siapa saja setiap harinya. Bahkan asisten pribadi yang menyenangkan. Saya menuliskan daftar apa saja yang ingin dikerjakan dan tidak hanya mengandalkan ingatan belaka.

Menulis Sebagai Hadiah

Bagi saya, tiada pelipur lara yang paling baik selain menulis. Salah jurusan justru mempertemukan saya dengan kepenulisan ini. Saya senang sekali dan Allah Swt sangat baik sekali memperkenalkan posisi ini pada saya. Tepat di hari kesedihan saya, saya pun menulis dengan bebas tentang apa yang dirasakan. Bebas pula menjadi apa saja dan berprasangka apa-apa saja. Terlebih lagi selalu berprasangka baik.

Menulis di Blog Sejak Tahun 2018

Rekam jejak, begitulah yang saya ulik pasal tulis menulis secara digital. Walaupun sejak tahun 2016 saya mulai menjadi seorang pengarang. Ternyata saya mulai menulis sejak tahun 2018. Yah, kalau tulisan awal itu tak seindah yang dibayangkan adalah hal yag wajar bukan? Saya mulai menulis puisi dan tanpa sadar juga menyelisipkan curhat di dalam cerita. Alias curcol (curhat colongan).

Pengenalan Blogger Sejak tahun 2019

Peran komunitas blogger
Gambar 2. Peran Komunitas Blogger

Tepatnya di akhir tahun 2019 saya bertemu dengan seorang lelaki yang tidak jadi masuk ke dalam FLP Medan, tetapi ia merupakan bagian dari Founder Komunitas blog di Sumatera Utara. Ternyata ia merupakan seorang blogger dan memperkenalkan saya pada sebuah komunitas Blogger. Di situlah saya baru menyadari arti dari blogger itu sendiri. Seseorang yang memang bisa dipercaya ucapan dan performannya dalam menyampaikan gagasan.

Blogger memiliki keberartian dan memiliki tempat di banyak orang. Ia bisa bekerjasama dalam memperkanalkan usaha orang lain. Tugas blogger bukan hanya sebagai penulis belaka, tapi beragam. Terlebih lagi kepada personal branding. Semakin banyak jam terbangnya, maka tawaran kerjasama juga akan semakin berdatangan.

Terlebih lagi teman-teman blogger itu rata-rata pada loyalitas banget. Dedikasinya ke sesama blogger yang lain juga enggak tanggung-tanggung. Rasanya seperti keluarga sendiri. Apalagi setelah berkunjung ke blog mereka, kita mendalami bagian dalam diri mereka yang tak terucap secara lisan.

Top Level Domain Diary Harumpuspita Lahir di tahun 2020

Lima tahun sudah blog saya berdiri sebagai Top Level Domain. Tahun yang sangat cukup dikatakan sebagai blogger dan memang bukan blogger pemula lagi. Ya, lagi-lagi usia hanyalah angka saya pun terjebak kembali lagi ngeblog dengan serius setelah awal-awal saya ngeblog dengan top level domain.

“Biar enggak lupa dengan perpanjang domain, gunakan saja tanggal lahir. Soalnya itu merupakan tanggal penting.”

Jangan lupa perpanjang domain
Gambar 3. Jangan lupa perpanjang domain

Yap bagi saya itu adalah sebuah kebenaran. Bahwa perpanjang domain ini jangan  sampai kelupaan. Soalnya bahaya banget kalau blog lupa perpanjang, Resikonya kita harus mengulang dari awal bahwa blog kita memiliki tempat di mesin pencarian. Selain itu, blog yang lupa perpanjang biasanya akan diambil provider lain dan dijadikan sebagai situs yang bukan-bukan. Bahaya banget ya kan.

Review Buku Blog At First Sight

Ada sebuah buku yang bagi saya itu merupakan sebua harta karun. Bagaimana saya bisa belajar dari para blogger yang berpengalaman atau paling tidak semangatnya dalam menekuni blog bisa menular. Namanya buku yang berjudul Blog At First Sight, sayangnya buku ini tidak menjadi daya kertetarikan bagi teman-teman saya yang tidak berkecimpung di blog. Padahal saya tahu bagaimana keindahan tulisan pada blogger terdahulu yang membuat dewan juri pada jatuh hati. Saya bersyukur buku tersebut tidak ada yang ingin meminjamnya.

Blog at First Sight
Gambar 4. Blog at First Sight

Lama saya perhatikan, lama juga saya belajar memahami apa sih rahasia mereka supaya bisa menarik perhatian dewan juri. Jawabannya adalah keseriusan dan kekonsistenan. Waktu itu sering banget ada lomba blog. Saya yang punya pemahaman seadanya pun memberanikan diri untuk mengikuti lomba blog tersebut. Menang nggak  menang, yang penting ikut. Tanpa saya sadari saya sendiri sebenarnya merupakan pemenangnya karena berhasil menulis. Kan menang nggak menang dalam pandangan dunia itu mah bonus ya kan Tugas kita mah berusaha dan berdoa. Semoga hasilnya benar-benar memuaskan.

2022-2023 Sempat Dilarang Menulis karena Masuk Rumah Sakit Jiwa

Bagi saya, menulis sebuah penyembuhan hati. Tentang hati yang kian tersakiti dengan beragam misteri dalam kehidupan. Padahal, faktanya kata Coach Manu yang merupakan seorang sutradara di kota Medan. Ia mengatakan sesuatu pada saya. “Apabila kita berhasil menuliskan masalah kita, tandanya kita sudah menyelesaikannya sebanyak 70%, angka itu merupakan angka yang besar tentunya dalam hidup kita.

Sejak saat itulah, saya pelan-pelan memberanikan diri untuk konsisten dalam menulis dan sempat kalau menulis sembunyi-sembunyi. Saya sangat takut dimarahi, katanya dulu sebelum masuk rumah sakit jiwa gara-gara menulis.

Padahal faktanya, beberapa minggu sebelum dinyatakan sakit, saya tidak bisa menulis sama sekali. Saya tidak bercerita lagi tentang masalah-masalah yang saya hadapi. Saya sok tegar memendam segalanya sendirian dan tidak tahu pada waktu itu saya kenapa.

Setelah 8 bulan berlalu di tahun 2022. Hal yang terfatal bagi saya bukanlah kehilangan hal-hal benda duniawi. Saya kehilangan Allah dalam hidup saya. Sempat tidak percaya lagi pada-Nya. Selama 8 bulan itulah hidup saya sungguh terasa gelap, tak memiliki arah. Bahkan tidak makan sama sekali, saya bisa bertambah berat badan. Kata orang saya semakin makmur, padahal diri ini tengah merasakan depresi yang sesungguhnya setelah dari rumah sakit itu. Depresi sebenarnya tidak ditandai dengan kurangnya aktivitas, melainkan tidak ingin melanjutkan hidup kembali dan mood bahagia menurun.

Qadarullah, hati saya tergerak untuk membaca tulisan dari penulis yang sangat saya kagumi. Ialah kak Susan Arisanti, sang novelis. Pada tulisannya saya menemukan sesuatu, tentang alasan apa yang sebenarnya terjadi pada diri saya. Hingga saya bisa memaafkan diri sendiri dan terus mencari tahu apa yang terjadi dengan saya. Saya pikir, apa yang selama ini saya lakukan salah, ternyata saya tidak salah. Bahagianya itu luar biasa. Allah membukakan satu per satu jalan kepada saya.

bertemu tulisan Susan Arisanti
Gambar 5. Bertemu tulisan Susan Arisanti

Selain Menulis, Membaca adalah Obat Bagi Jiwa yang Terluka

Jika di tahun 2022 saya dinyatakan sakit, maka di lebaran 2023. Saya mulai mengenal Langkah Bayi. Sebuah Challenge untuk pembaca khusus bacaan islami. Di situlah saya belajar bahwa saya harus belajar dengan sungguh-sungguh tentang kehidupan ini. Membaca justru membuat saya menemukan hal-hal yang baru. Terlebih lagi membaca pada waktu itu disesuaikan dengan kebutuhan saya apa. Dulunya saya yang tidak bisa mengatur waktu. Justru saya bisa. Kalau saya lagi bersedih. Maka saya baca buku yang berhubungan dengan itu, yaitu. Laa Tahzan artinya Jangan Bersedih.

Hal yang paling saya cari jutsru Adab dalam Menuntut Ilmu pada waktu. Masyaa, Allah sungguh luar biasa dampaknya pada diri saya ketika dipraktikkan.

Catatan Ilmu, belajar Adab Sebelum Ilmu
Gambar 6. Catatan Ilmu, belajar Adab Sebelum Ilmu

Walaupun saya belum menulis tentang kebiasaan saya seperti curhat, saya mulai menulis ilmu pengetahuan. Buku agenda saya yang dulunya kosong pun sekarang terisi dengan ilmu-ilmu pengetahuan yang berharga dan sewaktu-waktu bisa saya baca lagi.

Sepak terjang Diary Harumpuspita
Gambar 7. Sepak terjang Diary Harumpuspita

Alat Tempur Diary Harumpuspita

Apakah saya menulis dengan alat tempur yang canggih?

Tentu tidak dong. Lagi-lagi saya bertempur dengan alat seadanya dan tentunya semangat. Kan yang penting hasilnya terbaik, mau itu caranya bagaimana. Hal yang terpenting dalam prosedur pelaksanannya tentu secara halal, tidak pula mengambil hak orang lain. Walaupun saya terkenal dengan sosok orang yang paling ribet bawain laptop ke mana-mana. Nah, yang biki unik adalah keyboard dan mouse.

Kenapa enggak memilih betulin laptop saja?

Entah kenapa laptop yang saya pakai itu sering kali bermasalah di bagian keyboardnya. Harganya sekitar seratus lima puluh ribuan, tapi ya kok enggak sampai tiga bulan atau setahun dipakai malahan laptop saya justru rusak lagi. Kalau enggak saya yang numpahin air di atasnya. Orang lain malah yang numpahin secara enggak sengaja di atasnya. Jutsru ketika saya beli keyboard eksternal yang harganya hanya berkisar tiga puluh ribuan. Laptop saya enggak kenapa-napa. Bisa digunain malah. Yah, walaupun hanya bisa ngetik, searching-searching, dan ngedit seadanya di canva. Sementara kalau video saya menggunakan HP yang baru mulai saya tebus untuk mengedit.

Selain laptop yang seadanya, alat tempur apa lagi?

Saya biasanya ngetik dengan HP. Punya nomor WhatsApp, terus buat grup yang isinya saya sendiri. Teknik inilah yang saya gunakan untuk memudahkan dalam mengambil informasi. Punya dua nomor, satu nomor yang untuk kerja, satu lagi memang untuk pribadi. Jadi, enggak banyak yang ganggu dan fokus bisa lebih terarah. Seringnya kalau pekerjaan ini, kita mau ngerjain sesuatu eh malah terdistraksi buka ini dan itu. Jadinya, enggak kelar dikerjakan. Adanya pembatasan akses justru membuat diri jauh lebih kreatif dan produktif.

Laptop Impian Masa Depan

Tahu nggak sobi, bahwasannya ada sebuah brand ternama yang bernama ASUS sering menjadi buah bibir di kalangan banyak orang. Apalagi logonya di Merak Jingga, tempat pembetulan laptop banyak dipampang di depan toko mereka. Pernah suatu ketika, saya bertanya pada yang punya toko.

“Laptop ASUS bagus Henny, garansinya saja bisa mencapai dua tahun. Mending dirimu ganti laptop saja. Dibandingkan betuli laptop yang ini,” ucap Ibu sang pemilik toko.”

Sejak dulu, saya memang terkagum sekali dengan ASUS, di samping kualitasnya bagus. Saya belajar banyak dari ASUS karena sering mengadakan kompetisi mereview produknya. Belajar teknologi dari brand ini. ASUS keren sekali ya, selalu mendukung perjalanan komunitas Blogger di Indonesia. Eventnya tidak hanya secara online saja, tetapi juga secara offline sejak tahun 2015. Sungguh perjalanan yang panjang dan tak pernah surut dalam memberikan inovasi terbarunya. Teman-teman saya di komunitas blogger lain, kerap membagikan pengalamannya bersama ASUS.

Lomba Blog Sebagai dukungan Komunitas dari ASUS
Gambar 8. Lomba Blog Sebagai dukungan Komunitas dari ASUS

ASUS Vivobook 14 (M1405)

Bagi saya, laptop ASUS terkenal dengan ringan dan anti ribet. Laptop ini tampaknya sangat bertenaga untuk keperluan editing. Kadang suka mikir gini sih, kapan ya bisa ugal-ugalan menggunakan laptop tersebut? Biasanya, selama ini saya meminjamnya dari yang lainnya. Apalagi untuk aplikasi excel, meskipun bagi laptop saya beratnya minta ampun dan dibutuhkan kesabaran yang sangat ekstra. Justu bisa beroperasi di laptop ASUS dengan sangat mudahnya.  

Laptop ASUS Vivobook 14 (M1405)  bertenaga yang  Powerfull
Gambar 9. Laptop ASUS Vivobook 14 (M1405)  bertenaga yang  Powerfull

SPESIFIKASI SINGKAT ASUS VIVOBOOK 14 (M1405)

JenisSpesifikasi
ProcessorAMD Ryzen™ 7 7730U Mobile Processor
RAMDDR4 16GB
Storage512GB M.2 NVMe™ PCIe® 3.0 SSD
Aspect RatioWUXGA (1920 x 1200) 16:10
Sistem OperationWindows 11 Home

untuk spesifikasi full-nya bisa ditelusuri di website resminya ya.

Februari Layaknya Musim Semi

Bagi saya, Februari layaknya musim semi yang memberikan kebahagiaan pada jiwa-jiwa kesabaran. Setelah perjalanan panjang. Februari menjadi sebuah cerita yang memiliki keunikannya sendiri. Kemarin tanggal 25-02-2025 saya pikir itu adalah tanggal cantik. Seseorang berguman di dekat saya ketika saya menunggu mengambil vitamin di tempat pengambilan obat ya. “Tanggalnya cantik ya, semoga ketemu jodohnya.”

Saya bahagia, sebab di hari itu saya dinyatakan selesai minum obat TB oleh sang dokter, setelah penantian panjang selama sepuluh bulan.

Kalau orang lahiran setelah mengandung Sembilan bulan sepuluh hari. Saya malah sepuluh bulan menempuh pengobatan TB kelenjar.

Selain itu, Gandje Rel dan Forum Lingkar Pena juga milad pada bulan ini. Sebuah kebahagiaan yang sangat berarti bagi saya. Sebab Februari sendiri juga Milad diri saya dan juga blog Diary Harumpuspita.

Harapan Kepada Gandje Rel, Forum Lingkar Pena dan ASUS

Semoga Gandje Rel dan Forum Lingkar Pena bisa terus menjadi wadah berbagi tulisan kebaikan yang mencerahkan. Semakin bertumbuh dan harmonis dalam ukhuwahnya. Semakin menyala dengan konsistensi yang tak pernah menyerah dan menjadi inspiratif bagi banyak orang yang ingin menemukan jalan kebaikan.

Perwakilan Blogger Sumut
Gambar 10. Perwakilan ucapan Blogger Sumut untuk Gandje Rel

Happy Anniversary untuk Gandje Rel yang ke-10 tahun. Sepuluh tahun memang bukanlah waktu yang sebentar dan juga enggak mudah menjalaninya. Namun bertumbuh untuk terus mempertahankan keberadaan dan keaktifannya itulah yang menantang dari Gadje Rel. Walaupun tantangan silih berganti, semoga Gandje Rel bisa tetap adaptif kapan pun dan di mana pun berada. Serta menjadikan karyanya sebagai sarana jalan kebaikan dan keberkahan dalam hidup.

Happy Milad untuk Forum Lingkar Pena yang ke-28 tahun. Semoga tetap terus menjadi wadah inspiratif bagi banyak orang.

Semoga Asus bisa terus berinovasi dan mempertahan produk kualitas terbaiknya. Sehingga tetap setia menjadi kepercayaan banyak orang hingga mendunia di bidang teknologi.

☕Artikel ini diikutsertakan pada Lomba Blog 2015 ke 2025 Perjalanan Ngeblogku yang diadakan oleh Gandje Rel

Manfaat Menguasai Lebih dari Satu Bahasa di Dunia Bookstgaram

Manfaat Menguasai Lebih dari Satu Bahasa di Dunia Bookstagram
Gambar 1. Dunia Bookstagram

Ada sebuah iklan yang terkenal di televisi yang mencontohkan manfaat menguasai lebih dari satu bahasa. Teringatnya mereka sedang terjebak di dalam lift bersama dengan klien luar negeri, yaitu Negara Jepang. Sang bos mengatakan sesuatu kepada karyawannya. “Ada yang bisa ngomong Jepang?”

“Saya Pak,” ucap Sang Karyawan mantap dengan penuh kepercayaan diri.

Lalu sang Bos pun mempersilakan kepada karyawannya untuk berbicara kepada orang luar negeri tadi.

Sang karyawan dengan kepercayaan diri pun langsung mengatakan, “Jepang …”

Iklan berhenti dan akhirnya mereka semua tertawa seraya mengatakan, “ada Aqua?”

Makna dari iklan tersebut adalah mengajarkan kita bahwa mempelajari bahasa lain ternyata penting loh untuk memudahkan kita berkomunikasi. Kita hidup tidak hanya sendirian ada banyak orang di luaran sana dengan bahasa yang berbeda.

Kasus yang kedua pun juga pernah terjadi pada saya. Saya membawa teman ke JW Marriot untuk melihat-lihat program pendidikan di luar negeri, di mana terdiri dari banyak Negara di sana.

Biasanya, satu stand terdiri dari dua kandidat. Satu bahasa ibu kita, yaitu bahasa Indonesia. Satunya lagi bahasa negaranya. Entah apa yang terjadi kepada saya, sayangnya saya lupa dengan bahasa yang selama ini selalu dipraktikkan ketika bertemu, yaitu bahasa Inggris. Syukurnya ia piawai dalam mengucapkan bahasa Inggris kepada orang yang berada di hadapan kami. Lalu, terjadilah komunikasi di antara kami sehingga pertemuan kami pun tidak lagi menjadi krik-krik jangkrik.

Sebelum kami bertemu, saya telah bertemu lebih dulu dengan seorang lelaki yang lupa saling bertukar kontak. Ia seorang lelaki yang memiliki tekad kuat untuk melanjutkan studinya ke luar negeri. Walaupun dia telah menganggur terlebih dahulu dan memilih bekerja katanya.

Hal yang bisa saya tarik kesimpulan adalah menguasi lebih dari satu bahasa ternyata bisa sepenting itu ya. Bayangin bagaimana bila saya bisa mengerti banyak bahasa di dunia dan memiliki teman dalam berkomunikasi. Pasti rasanya asyik sekali ya. Berbagai informasi bisa saya dapatkan dan beragam karakter bisa saya ketahui,

Mengulas Buku Bahasa Inggris oleh Kak Dipi

Mengulas Buku Berbahasa Inggris dengan bahasa Indonesia oleh Coach Dipi
Gambar 2. Mengulas Buku Berbahasa Inggris dengan bahasa Indonesia oleh Coach Dipi

Bisa menguasai bahasa Inggris tentu merupakan cita-cita banyak orang. Apalagi bahasa Inggris ini menjadi sebuah syarat tertentu untuk diterima di Negara tertentu. Kalau dulunya dibutuhkan nilai Toefl (Test of English as a Foreign Language) , maka di tahun sekarang ini justru dibutuhkan nilai IELTS (Internastional English Language Testing System).

Saya memiliki seorang coach yang bernama kak Dipi. Beliau saat ini aktif menjadi pengulas buku dalam berbahasa Inggris. Ia menjadi ambasador untuk buku-buku yang ada di Periplus Bandung. Ulasannya selalu dengan bahasa Indonesia, tetapi buku-bukunya dalam bahasa Inggris. Itu berarti pemahamannya tentang bahasa Inggris sudah berada di atas rata-rata.

Saya pun juga ingin membaca buku selain bahasa Indonesia. Pasti asyik penuh dengan coretan untuk belajar memahami bahasa yang lain.

Menurut Linguasphere, mempelajari bahasa asing bisa memberikan peluang lebih kita mendapatkan posisi lebih disegani di sebuah perusahaan dibandingkan kita hanya bisa berbahasa Indonesia saja.

Walaupun saat ini saya masih penasaran dengan cara bertutur bahasa sendiri, tidak menutup kemungkinan bahwa saya akan mempelajari bahasa lain untuk menambah kapasitas diri dalam ilmu pengetahuan.

 

 

 

Review Buku Ngomongin Uang Menjadi Kaya Versi Kamu Sendiri

Cover depan Ngomongin Uang Menjadi Kaya Versi Kamu Sendiri
Gambar 1. Cover depan Ngomongin Uang Menjadi Kaya Versi Kamu Sendiri

Masalah keuangan adalah masalah yang remedial mulu bagi saya. Nah, gimana itu konsepnya atu?

Begini Wir, bukannya saya tidak pandai memegang uang, tapi suka lupa sama uang saking minimnya bertransaksi. Saya bakalan ingat di manakah buku yang baru saya baca hari ini dibandingkan uang yang baru saja ibu berikan 10 menit yang lalu. Asli bablas saya lupa, seperti orang linglung kecarian di manalah itu uang. Semoga jodoh saya yang lihat duit matanya auto hijau gitu sat set set simpan, tapi enggak medit.

Punya dompet pun isinya bukan uang, melainkan kartu doang. Karena memang saya enggak suka saja menganggap dompet saya sebagai benda berharga yang ketika dipegang akan menimbulkan rasa was-was. Dulu mah sering begitu, silap sikit lembaran berkurang sampai akhirnya kebiasaan untuk mengosongkan dompet ditambah lagi dengan rajinnya saya berpuasa sehingga selera untuk belanja ini itu sudah enggak lagi. Kadang-kadang suka mikir, perasaan saya enggak punya duit kok malah punya ya. Enggak punya duit bingung, punya duit lebih bingung lagi.

Oke, fix. Banyak orang yang bertanya gimana resepnya menjadi saya yang tidak banyak keinginan apalagi berselera beli ini itu. Bahkan cemilan sekalipun hanya air putih doang. Seharusnya saya kaya sih, tapi ternyata enggak juga. Eh, malah curcolnya kebablasan. Lanjut ke pembahasan berikutnya.

Identitas

Judul Buku           : Ngomongin Uang Menjadi Kaya Versi Kamu Sendiri

Penulis                 : Glenn Ardi

Ilustrasi                : Ariawan

Jumlah Halaman  : 244

Penerbit               : Kompas

ISBN                   : 978-623-160-620-4

Tahun Terbit        : Cetakan ke-2 Juli 2024

Kategori             : Self Improvement

Review Buku 

Cara membahas uang yang renyah dan asyik itu mampir di buku ini. Penggunaan warna kuning, hitam, dan putih. Putihnya kertas kalau ini mah ternyata membuat buku ini asyik untuk ditelaah. Gaya bahasanya umum sehingga kita yang orang biasa mampu mencerna isi buku. Tahu-tahu sudah berada di lembaran tengah saja.

Hal yang bisa saya dapat dari buku ini adalah cara memandang uang itu versi diri sendiri. Jawabannya adalah enggak perlu punya asset ini itu. Cukup dengan cukup aja, ingin jalan ke sana ada saja jalannya. Ingin beli itu kesampaian. Namanya juga kaya banyak orang yang nyangka ia harus punya rumah menetap di suatu titik. Namun ada juga yang kaya itu bisa jalan-jalan ke luar negeri dan terserah mau tinggal di mana saja secara nomaden.

Ada sebuah cerita tentang orang miskin yang tiba-tiba kaya karena memenangkan lotere. Tiga bulan kemudian ia sangat menyesal karena memenangkannya sebab ia harus bercerai dengan istrinya pekara uang itu. Ada juga orang kaya yang ketika meninggal dunia tidak mewariskan banyak harta kekayaan, justru uang yang telah ia kumpulkan sekian lama di donasikan kepada yatim piatu dan orang-orang membutuhkan.

Sejak saat itu saya menarik kesimpulan bahwa yang sulit itu bukan mendapatkan atau menghabiskan uang, melainkan bagaimana cara mengelolah keuangan.

Jika kita buta banget pasal saham, obligasi, dan sejenisnya. Buku ini seperti memberikan penggambaran untuk kita, sehingga ya bisa mengerti gimana konsepnya. Walaupun sebenarnya jika kita ingin memahami lebih lanjut juga butuh membaca topik yang sejenisnya sampai benar-benar paham. 

**

Curcol

Saya mengetahui buku ini bersebab adanya challenge baca sih waktu itu dan kayaknya lumayan banyak sih yang ditawarkan untuk hadiahnya. Yah, yang namanya banyak imingannya, pesertanya pasti banyak. Namun saya enggak menyesal sama sekali memang karena kebetulan butuh juga untuk memahami konsep keuangan yang selalu remedial dan sulit sekali ditaklukkan secara praktiknya.

Sejak saat itu saya sangat senang sekali ketika berhasil membeli buku, tapi ujung-ujungnya juga dari mana saja sih yang penting mah halal sumbernya dan juga enggak dari yang macam-macam.

Oh, iya. Sebagai informasi bahwa akun Instagram yang mempromosikan buku ini ternyata sangat informatif dan terbilang cepat. Orang-orang belum membahas ini itu, ia sudah duluan membahasnya dan diajakin untuk berpikir bareng malah. Seperti kehadiran Gimana sih caranya mendaftar menjadi Petani Milenial? Kemudian kasus pembuangan susu basi yang nggak bisa diolah ke sungai sehingga terkesan sangat mubazir disebabkan pabrikan sudah impor dari luar negeri alih-alih mengambil dari wilayah lokal.

Setidaknya, saya memahami bahwasannya kita itu sama sekali tidak kekurangan sumber daya alam, tetapi sumber daya manusia. Yuks tingkatkan semangat kita untuk meningkatkan kemampuan kita dalam bertahan hidup.

 

 

 

Kripik Singkong Al-Zam Pedas Bikin Nagih

Kripik Singkong Al-Zam Pedas Bikin Nagih
Gambar 1. Kripik Singkong Al-Zam Pedas

 “Seratus cukup?”

“Lebih dari cukup malah,” ucapku di gup WhatsApp.

Bagaimana tidak, seketika aku pun lantas berpikir untuk membelikan kripik ubi yang harganya terjangkau ketika ketua organisasi mengamanahkanku membelikan sesuatu. Murah, meriah, dan enak pastinya.

Pasalnya, kripik ubi merupakan makanan ringan yang enak disantap ketika sedang ada acara Istilahnya ngunyah-ngunyah kenyang. Sebab kripik mengandung karbohidrat yang mampu membuat perut terganjal. Bahkan di tempat lain, ubi dijadikan sebagai menu utama pengganti nasi. Ya, kalau makan kripik kebanyakan juga kenyang kan.

Kripik kali ini bukan sembarang kripik loh sobi. Pasalnya citra rasa yang begitu khas membuat kita bakalan ketagihan nih dengan kripik Al-Zam. Dibuat dengan sepenuh hati, hingga membuat yang memakannya merasakan kenikmatan yang menggugah selera. Tak sampai satu hari kripik Al-Azam menjadi makanan yang paling dicari. Ingin terus disantap, begitulah dari segi penampilan kripik Al-Azam Nyam Nyam menarik perhatian.

Apa saja sih manfaat ubi/singkong itu?

1.       Sumber energi

Ternyata singkong ini memiliki kalori yang cukup tinggi loh sobi. Menurut alodokter setiap 100 gram singkong terkandung 110-150 kalori. Jenis kalori ini pun lebih tinggi daripada kalori umbi jenis lain, seperti kentang. Sehingga kita mendapatkan energi ekstra untuk menjalani aktivitas sehari-hari jika mengonsumsi singkong.

Yah, energi ekstra. Mudah-mudahan enggak tidur kalau makan kekenyangan. Itulah mengapa saat memakan kripik singkong perlu pembatasan untuk dimakan nanti dan nanti lagi.

2.       Sumber serat dan karbohidrat kompleks

Ternyata singkong juga merupakan sumber serat dan karbohidrat yang kompleks juga loh sobi. Kedua nutrisi ini tentunya berfungsi untuk menjaga kesehatan saluran pencernaan, mengurangi peradangan, dan mengendalikan dadar gula darah. Apabila kadar gula terkendali, maka resiko terjadinya obesitas dan diabetes tipe 2 juga akan lebih rendah. Walaupun begitu, manfaat singkong dalam menstabilkan kadar gula dari ini sebenarnya masih perlu diteliti lebih lanjut.

3.       Sumber antioksidan yang baik

Kandungan antioksidan yang ada di dalam singkong ini adalah vitamin C, vitamin A, dan beta-karoten di dalamnya. Vitamin C dan Vitamin A yang merupakan antioksidan berfungi dalam melindungi tubuh dari efek radikal bebas, mencegak penyakit jantung, hingga mengatasi kerutan di kulit. Singkong juga bisa dijadikan sebagai tepung tapioka yang beguna untuk kesehatan kulit wajah.

Sementara beta-karoten berguna untuk meningkatkan daya tahan tubuh, mencegah kekambuhan gejala asma, mengurangi risiko kanker, serta baik untuk kesehatan kulit dan mata. Asupan nutrusi yang seperti ini juga mampu mencegah berbagai jenis penyakit mata, seperti katark dan degenarsi makuli terkait usia (AMD) atau gangguan penglihatan pada usia lanjut.

4.       Indeks glikemik rendah

Singkong memiliki indek glikemik rendah, ini artinya singkong tidak membuat kadar gula cepat naik. Sementara itu, beberapa riset menyebutkan bahwa singkong bermanfaat untuk mencegah terjadinya diabetes dan resitensi insulin. Bahkan singkong disebutkan dapat membantu mengontrol kadar gula darah pada penderita diabetes. Selain itu, singkong juga diklaim dapat digunakan sebagai obat alternative untu mengatasi kelelahan, diare, infeksi, masalah kesuburan, dan menginduksi persalinan. Walaupun begitu, singkong sebagai obat alternaif ini belum terbukti secara medis.

Manfaat Singkong
Gambar 2. Manfaat Singkong

Apa yang berbeda dari kripik Al –Zam?

1.       Packaging yang aman

Berbeda dengan packaging UKM yang lain. Packaging AL-Zam terbuat dari packaging premium dengan ketebalan plastik yang tebal. Selain itu diberikan kemudahan untuk membuka dan menutup tempat kripik. Sehingga makanan ringan ini tidak mudah melempam. Pada bagian depan terdapat logo dari Al-Zam sehingga para customer akan mudah mengenali bahwa Kripik Al-Zam memiliki branding kuning dengan tulisan merah yang mengindentifikasi berani aja dulu. Berani memulai aja dulu.

2.       Rasa yang Khas

Tidak hanya rasa pedas yang menggugah selera. Kripik Al-Zam memiliki bumbu yang khas dan tidak hanya sekadar sambal belaka. Itulah yang menjadi keunikan kripik Al-Zam menjadi terasa Nyam-Nyam di lidah. Rasa gurih dan kriyuk-kriyuknya pun tetap terasa.

3.       Bikin Nagih

Nah, ini yang menjadi kekhasannya. Rasanya emang bikin semenagih itu. Keberadaan kripik Al-Zam pun menjadi incaran di rumah. Tak sampai berhari-hari. Seharian saja keberadaannya sungguh membuat diri ingin segera menghabiskannya.

Cara Order Kripik Al-Zam

Kripik Al-Zam ini selalu mudah ditemukan di lapangan Merdeka Binjai loh Sobi dekat lapaknya Srikandi. Selain itu kita bisa memesannya secara langsung melalui kontak Instagram Al-Zam dan Kontak person Al-Zam. Harganya mulai 25k dalam kemasan yang mantap besar nih sobi.

Cara Order Kripik Al-Zam
Gambar 3. Order Kripik Al-Zam

Niat yang tadinya oke, ternyata belum tertunaikan nih Sobi. Pasalnya, saya tiba-tiba tidak jadi mendapatkan izin untuk pertemuan dengan teman-teman saya. Yah, walaupun begitu. Saya jadi sudah ada planning nih. Nanti bakalan dibelikan makanan ringan yang gimana ya untuk pertemuan komunitas.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Review Buku Unlimeted Wealth`


Cover depan Unlimeted Wealth
Gambar 1. Cover depan Unlimeted Wealth

Sekali-kali belajar ranahnya bisnis gimana jadinya tuh?

Syukurnya memang sehari-hari di SMA IESS itu seperti pengulangan materi, ditambah lagi ranah instagram dikeliling orang-orang yang terjun di dunia bisnis. Termasuk teman-teman juga beberapa yang suka banget distalkingin bisnisnya.

Jadi, pemahaman dunia bisnis pelan-pelan masuk ke dalam hati dan pikiran. Setelah saya membaca buku yang bertema bisnis kali ini, lumayanlah cepat banget selesainya saya ngebacanya.

Cover Belakang Unlimeted Wealth
Gambar 2. Cover Belakang Unlimeted Wealth

IDENTITAS

Judul Buku            : Unlimeted Wealth

Penulis                   : Bong Chandra

Penerbit                 : Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman   : 184

Tahun Terbit          : Cetakan ke-18 Mei 2015

ISBN                       : 978-602-02-4371-9

Kategori                 : Motivasi

Pada pembahasan awal, sebenarnya saya amat tidak setuju dengan kalimat b*d*h di mana rasanya di dunia pendidikan anti sekali dengan kata tersebut. Yah, namanya juga dunia bisnis. Perlahan saya berusaha memahami pembahasannya sampai sebuah titik bahwa buku ini sebenarnya nyaman dibaca, mudah dipahami dan emang benar kalau buku ini habis dibaca dalam 10 menit setiap babnya.

Ada sebuah kalimat yang kalau diterapkan benar-benar diterapkan benar-benar manjur untuk dilakukan ketika dipahami dengan keyakinan. “Orang-orang milyader itu suka mengambil peluang dan kesempatan secepat mungkin.” Nah, kalimat itulah yang membuat saya tadi mager banget untuk memulai hari auto semangatan dong. Enggak jadi rebahan, walaupun sebenarnya belum ada kata ‘rebahan’ dalam hidup saya. 

Teknik penyajian buku ini menarik pada setiap babnya, ketika disajikan ilustrasi. Setidaknya membuat kita bisa mengambil jeda dari hal-hal yang telah disampaikan dan bagi saya buku ini berisi lumayan daging. Sehingga cocok sekali untuk dimurojaah. Maksudnya dibaca ulang.

Daftar Isi

Day 1 Mata Uang Paling Berharga adalah Waktu

Day 2 Uang vs Peluang

Day 3 Kenapa Orang yang Idiot Kaya, Saya Tidak?

Day 4 Berubah Itu Berisiko, Namun Lebih Berisiko Jika Tidak Berubah

Day 5 Dilahirkan untuk Gagal

Day 6 Menjual Diri

Day 11 Bersahabat dengan Singa

Day 12 Menjadi Sapi Ungu

Day 13 Nitro Stream of Income

Day 14 Working In Business vs Working On Business

Day 15 Robin Hood In the 21th Century

Day 16 Lucky is Bullshit

Day 17 Success Story

-----

Sedikit Curcol

Fix, sekarang waktunya untuk ngebahas apa yang perlu dibahas. Kalau yang cepat-cepatan begini saya jadi teringat dengan ownernya Belikni yang sangat responsif. Ini nih yang paling disukai nih sebenarnya, segera mungkin mengambil tindakan untuk customer service dalam pengerjaan. Bahkan sudah saya buat kesal sekalipun dia juga ndak complain.

Oke, masalah complain nanti saja kalau ada kesempatan dibahas.

Ternyata tingkat responsif suatu bisnis itu sangat menentukan pelanggan bakalan repeat order atau enggak. Sampai-sampai saya mikirnya begini, kenapa ada orang yang rela beli jauh dibandingkan dekat dibandingkan tetangga sebelahnya. Yah, sebab itu salah satunya bagaimana si penjual melayani si pembeli.

Jadi, intinya kalau punya bisnis mah jangan sombong-sombong. Kalau dichat responsif atuh secepat mungkin.

Dulu, sebelum saya ketemu dengan ownernya Belikni yang terjun di dunia konveksi. Saya pernah juga berusaha untuk mengambil pesanan di konveksi lainnya. Kalau saya chat hari ini, dia bakalan jawabnya besok tuh. Jadi, perjalanannya lama banget hingga mentok tuh saya ndak bisa lanjut. So, kita berhenti sampai sini ya. Sebab waktu semakin berjalan juga kan, batas akhir dari program saya juga harus dijalankan. Walaupun pada akhirnya saya beralih ke konveksi lainnya.

Nah, satu lagi ada hal yang menarik untuk dibahas. BinusUniversity juga merupakan salah satu kampus yang sangat responsif dan tepat waktu banget. Kalau kita datang setengah jam kemudian dari acara yang ditentukan, ya sudah acaranya sudah selesai dong. Ini pula yang membuktikan bahwa kesempatan, peluang, dan waktu juga nggak bisa dipisahkan.

Gimana, asyik ya membahas buku kali ini yang bisa dihubungkan dengan hal mana-mana saja. Sengaja saya berikan ruangan garis untuk memisahkan konten utama dan konten curcolnya. Mending begini sih, gibahin produk dan pelayanan. Biar orang bisa pikir-pikir lagi untuk beli di sana ya. Siapa tahu yang tadinya sepi menjadi membludak setelah adanya pengalaman apa adanya dan tidak dilebih-lebihkan.

 

Pengalaman Workshop Batik Tulis di JShibori Binjai

Pengalaman Workshop Batik Tulis di JShibori Binjai
Gambar 1. Pengalaman Workshop Batik Tulis di JShibori Binjai

Kamis, 30 Januari 2025 kami belajar batik tulis di JShibori. Pengalaman berharga yang tak terlupakan dan merupakan sebuah tempat pengembangan diri supaya lebih berani lagi menapaki dunia perbatikan.

Salah satu warisan budaya Indonesia yang terkenal adalah batik. Sebagai etnis Jawa yang lahir di Sumatera. Logat terkadang mengikuti tempat tinggal dan perasaan acap kali senang jantung setiap hari. Namun ini bukanlah yang demikan. Modernisasi membuat kita selalu bangga apabila mengikuti tren kekinian. Sehingga warisan budaya tanpa disadari terlupa dari bagian diri kita.

Batik dikenal dengan coraknya yang begitu indah dan dikenal mahal. Ternyata batik selama ini memiliki ciri khas di daerah masing-masing. Tidak hanya di pulau Jawa belaka. Namun di pulau Sumatera ada batik yang terkenal disebut lebah bergantung.

Atas izin Allah Swt saya berhasil mengikuti Workshop yang diadakan oleh JShibori. Jauhnya rumah saya dengan tempat tinggal beliau pun tidak menjadikan patah arang. Musafir ilmi seperti saya ini menjadikan setiap perjalanannya menjadi berkah dan berkesan. Bertemu dengan orang-orang pilihan, begitulah adanya.

Batik Bukan Hanya Sekedar Hasil Belaka

Bagi saya, cara membatik sama seperti cara memasak. Kita butuh kesabaran dan kepekaan untuk membuat hasilnya begitu sangat indah. Goresannya memiliki seribu makna bahwa untuk mendapatkan sesuatu yang indah dibutuhkan namanya kesabaran. Bahkan yang namanya ekstra kesabaran akan mencerminkan hasil yang begitu indah.

Belajar Mandiri yang Akhirnya Berkolaborasi

Saya sungguh tidak tahu apa yang sebenarnya sedang Allah Swt siapkan untuk saya. Namun bertemu teman-teman yang lain dan bersinggungan profesi membuat saya melihat beragam keindahan. Ada si paling penyabar walaupun berlawanan jenis. Masyaa Allah, baru kali ini saya melihat orang yang tertarik dengan seni lukis, tapi kesabarannya seolah seluas samudera.

Kejab, saya berpikir terlebih dahulu. Apakah benar orang yang tertarik dengan seni adalah orang yang penyabar? Sama seperti ayah saya yang katanya terkenal penyabar. Namanya Pak Dana, logatnya lembut dan sabar. Ah, saya tak bertanya pula ia suku apa. Berbeda dengan saya bawaanya tak sabar kalau berbicara. Jauh dari kata lemah lembut. Padahal hal itulah yang harusnya saya praktikkan di dalam rumah. Bukannya mode serampang dua belas.

Pertama kali menulis dari atas kanvas tidak membuat saya berani. Kalau di kertas saya sangat berani, apalagi kalau ada penghapusnya. Sayangnya di sana tidak ada penghapus hingga membuat saya membuat jiplakan saja. Alih-alih mengimajinasikan ini mau membuat model apa ya. Namun ketika ada ruang kosong, saya meminta bantuan kepada Pak Dana membuat skesta tambahan di atas kain saya. Wow, dia ternyata mampu mengisi ruang kosong.

Ada Ibu Aisyah yang pantang menyerah. Usianya yang telah lanjut tidak pula membuatnya berpatah arang dalam belajar. Meskipun baru belajar, Ibu Aisyah akhirnya bisa menyelesaikannya hingga akhir. Walaupun di pertengahan beliau sempat mengatakan, “kayaknya nanti aja deh di rumah dilanjutin lagi.”

Proses Mencanting
Gambar 2. Proses Mencanting

Ada Kak Gita, Ibu penyabar nan lembut dengan anaknya. Kak Gita memilih mode yang kecil dengan goresan titik-titik. Meskipun ia sempat ketinggalan teknik mencantingnya, tapi tak menyurutkan konsentrasinya dalam mencanting. Sementara kami sudah pada mewarnai nih. Tutur katanya pada anaknya sangatlah lembut. Masyaa Allah, ini sungguh sangat menginspirasi saya sekali untuk tidak marah-marah pada anak kecil yang sekitaran usia tujuh tahunan.

Jiwa Seni Potensi Diri

Semenjak usia dua belas tahun saya memang sering membuat sketsa anak-anak. Waktu itu saya menyukai kartun. Sementara kalau libur saya memasang target untuk membuat satu gambar. Ah, barangkali bisa saya jelaskan di segmen selanjutnya tentang potensi bakat mana yang dulu pernah ada, tapi tak lanjut. Sekali lagi, bersamaan dengan mereka membuat keinginan saya dalam mendalami potensi diri. Yah, hasilnya juga enggak jelek-jelek amat untuk tingkatan pemula.

Didampingi Coach Kak Akbari dan Kak Dina

Saya suka dengan kedua coach ini. Kak Akbari (adik Kak Dina) memperkenalkan dengan sabar bahwa teknik mencanting ini begini loh dan diperkenalkan pula ada corak-coraknya. Sehingga saya memiliki kesimpulan bahwa di setiap daerah memiliki ciri khas masing-masing. Mereka juga memperkenalkan siapa gurunya yang mengajari mereka, yaitu Ibu Evi. Wuah, jadi penasaran nih orangnya yang mana. Katanya, beliau hanya melihat saja tahu ini itu yang bagaimana ya.

“Katanya nih, belajar ngebatik tulis ini merupakan salah satu cara terapi untuk orang yang berada di rumah sakit Jiwa,” ucap kak Akbari dan saya sangat setuju sekali. Sebab selama proses pengerjaan membuat kita bisa berbicara pada diri sendiri dalam diam dan hati-hati dengan sentuhan kehangatan dari malam  yang bisa panas di tangan.

Kak Dina sosok tegas dan murah hati. Bayangin dong, beliau sempat berujar kepada kami. “Kalau teknik mewarnai itu sendiri-sendiri ya.” Nah itu, beliau mendorong kami untuk berusaha percaya diri dengan karya yang kami punya. Sebagai sosok yang bolak-balik selalu gagal. Maka saya pun memberikan sugesti pada diri, “enggak apa-apa loh kalau nggak bagus. Biasanya yang pertama juga selalu dimaafkan.”

Proses mewarnai dengan remasol
Gambar 3. Proses mewarnai dengan remasol

Kak Dina memiliki prinsip sosok coach yang emang benar-benar menjaga kualitas. “Saya sebelum buat kelas, belajar dulu setahun enggak main langsung mengajarkan orang begitu saja. Enggak seperti yang lain mungkin ada yang baru belajar sekali dua kali langsung buat kelas.” Wuah mantap betul nih dengan prinsipnya Kak Dina yang mengajarkan saya bahwa ilmu diajarkan pada orang lain spesial ini loh mempersiapkannya. Pengalaman pastilah membuat kita akan menemukan berbagai masalah, hingga mudah mengatasinya bagaimana. Mulai dari pertama kali belajar hingga menemukan sosok yang seperti ini.

Makan Siang Ayam Penyet

Harga kelas di sini bagi saya terjangkau. Yap, enggak sampai 100 ribuan bagi saya sudah sangat menyenangkan sekali. Pada kelas ini disediakan pula makan siang ayam penyet yang seharga 15 ribuan. Rasanya maknyus mantul (mantap betul) nasi kuning lagi. Gara-gara makan di sini, saya sedang mikir ini nanti di rumah saya mau buat nasi kuning. Kayaknya keren nambah ilmu pengetahuan dan pengalaman. Kan ingin menjadi sosok yang serba bisa mau di mana pun kondisinya. Enggak diragukan lagi pelayanan dari segi makanan masyaa Allah top cer deh.

Gambar 4. Pengeringan Warna
Gambar 4. Pengeringan Warna

Tutorial Ngebatik

Alat dan Bahan

1. Kain Prima atau kain Mori (Lebih bagus kain prima) Jahit pinggir bila ingin membuat sapu tangan.

2. Malam (Lilin Batik dalam bentuk bongkahan)

3. Kompor induksi (kompor biasa juga bisa yang penting panas)

4. Canting

5. Water Glass (Pengunci Warna)

6. Pewarna remasol

7. Air untuk merebus dan air dingin

8. Kompor

Cara Membuat

1. Buatlah sketsa dengan pensil di atas kain prima. Boleh pakai cetakan, boleh pakai gambar sendiri, bebas sesuai dengan keinginan.

2. Cantingkan sketsa (sebab nanti sketsa menjadi warna putih) dengan malam. Tarik garisnya hanya sekali, kemudian timbal balik mencantingnya. Hal ini dilakukan supaya menutupi garis batik yang sudah dibuat.

3. Gunakan pewarna campuran water glass perbandingan 1:1. Misalnya 500 gram water glass dengan 500 ml air. Beli toko kimia ada.

4. Berikan warna basic remasol (hitam, merah, kuning, biru)

5. Remasolnya merupakan pelarut water glass. Jadi, jika warnanya terlalu pekat bisa tambahkan air water glass tadi (si pengunci warna) untuk mendapatkan warna yang lebih muda.

6. Kemudian keringkan dulu kainnya di bawah sinar  Matahari. Bisa didiamkan dulu semalaman, tapi kalau media sapu tangan bentar saja sudah oke nih. Asalkan kering bisa langsung dieksekusi.

7. Setelah kering, celupkan ke dalam air yang mendidih untuk melelehkan Malam (lilin Ngebatik) dan segera celupkan ke air dingin supaya lilinnya cepat merotol kemudian cuci bersih di air mengalir.

8. Setelah terbentuk corak indah, keringkan dan kain batik tulis siap digunakan.

Gambar 5. Peluruhan Malam
Gambar 5. Peluruhan Malam

HYB Kelas JShibori

Lalu bagaimana jika teman-teman yang lainnya ingin belajar ngebatik. Bagi saya yang tipe suka gerak (kinestetik) ini akan lebih mengerti lagi ketika sudah dipraktekkan bersama. Nah, Kak Dina membuka kelas nih. Beliau bersedia dipanggil apabila ada siswanya minimal 20 orang. Alat dan Bahan semuanya dari beliau. Kita tinggal menyediakan orangnya saja yang ingin dilatih dan biaya pendaftarannya nih untuk mengganti alat dan bahan, serta persiapan apa saja yang diperlukan. Kalau bagi saya 65k di zaman yang sekarang ini sangat terjangkau sekali.

Oh, iya. Katanya setiap sebulan sekali insyaa Allah akan dirutinkan membuat kelas nih. Ilmu beliau bukan hanya sekedar ngebatik doang loh, tapi ada yang lainnya. Seperti pembuatan sabun mandi dan lip balm, ekoprint, dan masih banyak lagi. Terus pantengin deh media sosialnya beliau ini. Tentunya sangat bermanfaat sekali bagi kehidupan.

Gambar 6. Foto Bersama Peserta Ngebatik
Gambar 6. Foto Bersama Peserta Ngebatik

Bonus Setitik Emas Murni 24 karat serga 24k

Kak Dina menyampaikan bahwa khusus untuk yang belajar batik tulis akan diberikan setitik emas nih dari beliau. Qadarullah bukan hanya emas dan sapu tangan saja yang bisa dibawa pulang. Kak Dina kebetulan ada rezeki memberikan kami mentimun. Masyaa Allah, sungguh murah hati sekali kak Dina yang sudah memberikan ilmunya dan pelayanan terbaiknya.

 

 

Review Buku Kisah-Kisah Sunnah

Cover depan kisah-kisah Sunnah
                              Gambar 1. Cover depan buku Kisah-Kisah Sunnah

Sesungguhnya kita pun memang harus sering-sering diingatkan pekara hidup ini. Namanya juga hidup, kalau bisa pun kita selalu diingatkan setiap hari. Itulah yang selalu saya tekankan dalam hidup,

Kadang melalui kajian secara daring yang bisa saya putar setiap hari, melihat konten yang baik-baik, mengeliliing diri saya dengan teman-teman baik, dan yang paling disukai adalah membaca buku.

Semoga suatu hari nanti saya bisa membangun Perpustakaan Islami benaran. Yah, sedikit-sedikit saja dulu koleksinya saya miliki. Nah, kali ini saya punya koleksinya dengan membeli buku yang menurut saya sukai secara cover dan judul dengan setengah harga normal.

Identitas Buku

Judul Buku           : Kisah-Kisah Sunnah

Penulis                   : Dr. Ahmad Umar Hasyim

Penerbit                : PT Qaf Media Kreatif

Jumlah Halaman   : 483

Tahun Terbit          : Cetakan I, Oktober 2021

ISBN                     : 978-623-6219-08-9

Kategori                : Kisah Islami

Review Pengalaman Membaca Pertama Kali Buku Tebal

Isi buku Kisah-Kisah Sunnah
Gambar 2. Isi buku Kisah-Kisah Sunnah

                Buku bersampul cokelat ini memiliki kualitas kertas yang ringan meskipun jumlah halaman yang banyak dan cukup menggemaskan ketika dibaca. Ini baru kali pertama saya memegang buku nonfiksi dan bukan novel yang memiliki ketebalan seperti itu.

                Guru saya pernah mengatakan bahwa para ulama dulu sudah menjadi hal yang biasa melahap kitab yang tebalnya enggak tanggung-tanggung. Sementara orang-orang masa kini lebih suka melahap inti sarinya saja. Sebab keheranan seperti itulah saya ingin mempraktikkan apa yang disampaikan beliau.

                Setelah membaca buku ini barulah saya menarik kesimpulan bahwa melahap buku yang jumlah halamannya enggak tanggung-tanggung justru bukanlah hal yang buruk. Sebab ilmu itu pun memang harus ditelaah secara sabar. Sehingga pemahamannya lebih mendalam serta lama.

                Hal yang paling saya ingat dari buku ini adalah sebuah kisah tentang kesabaran seseorang yang menerima takdir dari Allah Swt atas takdir kehilangan putranya.

                Suatu hari istri Thalha baru saja kehilangan putranya. Ketika Abu Thalha pulang, ia tidak langsung memberitahukan beliau. Justru ia melayaninya dengan sangat baik dan menyampaikan bahwa, “Jika seseorang telah meminjamkan sesuatu dan ia memintanya kembali, apakah kita harus memberikannya?”

“Tentu,” jawab Abu Thalha, tetapi ia tidak mengetahui maksud dari istrinya. Setelah dilayani dengan baik, keesokan harinya barulah diperjelas kembali bahwa anaknya telah tiada. Abu Thalha pun bersedih sebab ia sangat menyayangi putranya. Kemudian ia mengadukan hal tersebut kepada baginda Nabi Muhammad Saw. Ia pun mendapatkan doa terbaik dan beberapa tahun kemudian keluarga tersebut dikaruniai 9 anak yang merupakan penghapal Al-Quran semuanya.

Kebanyakan kisah-kisah lainnya adalah perjalanan bersama dengan Baginda tentang malaikat Jibril yang seringkali menyamar menjadi manusia dan belajar bersama yang lain sehingga mereka juga sama-sama belajar.

Keunggulan dan Kelemahan Buku

Bagi saya, buku ini termasuk ringan dibaca sebenarnya, meskipun pembahasannya disajikan kritis secara Ilmiah. Sehingga hal itulah yang membuat kisahnya terasa diulangi dua kali. Hal yang menjadi uniknya adalah tidak kentara bahwa tulisannya diulangi. Awalnya saya kira itu adalah salah ketikan, tetapi setelah ditelaah lebih lanjut penulisnya memang sengaja membahasnya dua kali di bab yang sama.

**** Kesimpulan

Cover belakang Kisah-Kisah Sunnah
Gambar 3. Cover belakang Kisah-Kisah Sunnah

Setelah membaca  buku ini saya sedang berpikir panjang bahwasannya menelaah buku tebal tidaklah menyedihkan. Malah asyik masuk ke dalam pikiran dan hati, yah walaupun bawaannya ingin marathon saja. Walaupun sebenarnya saya belum bisa move on dengan buku pertama kali yang saya baca dengan tema serupa dengan buku ini.

Ingatan itu rasanya kuat sekali dalam benak saya, bahkan setiap detailnya. Seperti kisah kejujuran orang dalam menjaga kebun anggur. Ketika ditanya ia sama sekali tidak tahu rasanya seperti apa disebabkan amanahnya sebagai penjaga saja bukan pemakan anggur. Kemudian kisah seseorang yang dijodohkan dengan perempuan buta, tuli, dan bisu. Ternyata bukan secara fisiknya, tetapi buta dengan melihat kekurangan orang lain, tuli dengan pengomongan orang lain yang enggak penting, dan bisu terhadap apa-apa saja yang ia ketahui apalagi tidak ada hubungan sama sekali dengan kehidupannya. Masyaa Allah, kisah-kisah tersebut sungguh sangat menginspirasi sekali.

Kisah-kisah tersebut mungkin memang tidak memberitahu kita, ini kita harus berperilaku seperti ini ataupun contohlah perilaku tersebut. Namun kita tahu bahwa kisah tersebut memang ada baiknya kita teladani dalam hidup dan secara tidak langsung ujung-ujungnya juga mengajarkan kita berperilaku demikian.

Bagi teman-teman yang ingin membeli buku-buku dengan harga terjangkau seperti ini dengan tema Islami lainnya bisa kontak saya dan akan saya berikan akses yang biasa melayani hal seperti ini.

Baca Buku Sambil Menikmati NomnomDonuts

Kali ini membaca buku Kisah-Kisah Sunnah ditemani oleh donutnya Syita, yaitu Nomnom Donuts. Sensasi dingin dan lembut saling berkolaborasi di lidah dengan taburan gula dingin.